WASHINGTON, KOMPAS.com – Tahun 2011 berada di urutan ke-9 daftar tahun terpanas sejak 1880. Temperatur permukaan global 0,52 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur dasar pada pertengahan abad 20. Demikian pernyataan Goddard Institute for Space Studies NASA, Kamis (19/1/2012) seperti dikutip Reuters.

Sebelas tahun awal pada abad 21 (terhitung sejak tahun 2000) lebih panas dari pertengahan dan akhir abad 20. Satu-satunya tahun di abad 20 yang masuk terpanas adalah 1998.

Temperatur yang panas, kata James Hansen dari NASA, terjadi bahwa ketika La Nina mempengaruhi iklim Bumi dan aktivitas Matahari tergolong rendah.

James mengungkapkan bahwa tingginya temperatur jelas disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Konsentrasi karbon dioksida saat ini adalah 390 ppm. Sementara pada tahun 1880 hanya 285 ppm dan tahun 1960 sebesar 315 ppm.