Cara ini dilakukan agar berton-ton makanan yang terbuang sepanjang tahun tidak sia-sia.

RABU, 4 JANUARI 2012, 11:26 WIB,Muhammad Firman, Amal Nur Ngazis

VIVAnews – Peneliti dari University of Missouri menyebutkan mereka sedang berupaya mengembangkan sistem yang mampu mengubah makanan yang tersisa dari kantin sekolah tersebut dan membuatnya menjadi pupuk.

Tim Reinbott, peneliti dari pertanian Bradford Research Center di kampus universitas yang ada di Columbia, Amerika Serikat itu menyatakan bahwa pihaknya ingin memanfaatkan berton-ton makanan yang terbuang sepanjang tahun.

“Sejauh ini, ada sekitar 450 ribu kilogram makanan yang dibuang ataupun sisa-sisa santapan para siswa di kantin disingkirkan oleh sistem tata boga universitas,” kata Reinbott, United Press International, 4 Januari 2012. “Itu membuat kami berpikir, mungkin ada yang bisa kita manfaatkan,” ucapnya.

Untuk itu, Reinbott, beberapa karyawan universitas dan siswa mengembangkan sistem pengolahan makanan closed-loop – sebuah proses yang mendaur ulang sisa makanan menjadi pupuk, yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman untuk dimakan.

Pada sistem yang mereka kembangkan, sampah-sampah makanan dikumpulkan dari kantin dan dikirim ke pertanian untuk dijadikan pupuk. Saat musim semi, pupuk kemudian dicampur dengan tanah di lahan pertanian sayur.

Langkah ini mampu mengeliminasi kebutuhan atas pupuk nitrogen yang harganya mahal dan malah merupakan sumber utama dari polusi limbah pertanian. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk ramah lingkungan. Di sinilah muncul ide untuk memanfaatkan limbah tersebut,” kata Reinbott.

Menurut Reinbott, kini mereka memiliki siklus yang sempurna. “Sisa-sisa makanan dari kantin dijadikan kompos, lalu kompos itu digunakan untuk menumbuhkan sayur, dan kemudian sayur itu kembali dihidangkan di kantin,” ucapnya.