Ekonomi – Jumat, 16 Des 2011 00:20 WIB
Jakarta, (Analisa). Guru Besar Bioteknologi Tanah IPB Profesor Dr Iswandi Anas mengatakan bahwa hampir 75 persen lahan pertanian di Indonesia sudah kritis karena penurunan kualitas kesuburan tanah.
Iswandi, dalam siaran pers yang dipublikasikan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kamis (15/12) mengungkapkan, penurunan kualiras tanah itu disebabkan hanya pemakaian pupuk kimia berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis tinggi dalam kurun waktu yang panjang dan terus menerus. “Pemakaian pupuk kimia berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis tinggi dalam kurun waktu yang panjang dan terus menerus tanpa menggunakan pupuk organik menjadikan tanah kita sakit, hampir 75 persen lahan tanah di Indonesia sudah kritis,” katanya.

Winarno menambahkan data lahan produktif di Pulau Jawa tinggal 3,5 juta Ha lahan, sedangkan untuk seluruh Indonesia dari Badan Pusat Statistik luas panen pada saat musim hujan pada tahun 2011 tidak lebih dari 6,2 juta Ha. “Jika dibagi dengan jumlah penduduuk Indonesia sekitar 250 Juta Jiwa, sangat kecil sekali tanah produktif kita,” kata Winarno.

Terkait menurunnya luas lahan ini sudah tidak mungkin diperluas lagi, kualitas tanahnya juga semakin menurun, peningkatan penduduk meningkat, jika tidak di tanggulangi dengan cepat, jelas kesediaan pangan pada akhirnya akan mengalami krisis.

Berdasarkan data 2011 jumlah impor pangan Indonesia telah mencapai 2,1 juta ton, hal tersebut menggambarkan ketersediaan produksi pangan sangat memprihatinkan sekali sehingga harus impor pangan dari Luar Negri.

Terkait kritis lahan pertanian ini, Iswandi mengatakan perlu penggunaan bahan organik dan memberikan pendidikan kepada petani untuk menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas kesuburan tanah.

“Pupuk Organik adalah solusi dalam krisis pangan ini, kalo tanahnya bisa di upayakan menjadi subur kembali, tentu peningkatan produksi juga dapat meningkat, pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah,” katanya.

Iswandi juga mengatakan bahwa kebijakan pemerintah sudah berjalan baik, dengan mulai mengkampanyekan dan mensubsidi penggunaan organik dan disamping pupuk kimia, tetapi tentu harus menggunakan Pupuk Organik yang berkualitas, sehingga dapat menjaga kepercayaan para petani karna terbukti menyuburkan tanah dan meningkatkan produksi.

Sementara Ketua KTNA Winarno Tohir mengatakan bahwa kondisi saat ini Indonesia sudah mulai masuk ke dalam fase krisis lahan dan pangan. Menurut Winarno, kondisi lahan pertanian di Indonesia yang semakin berkurang dan penurunan kualitas kesuburan tanah adalah faktor penyebab krisis lahan dan pangan. (Ant)